loader image
DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur
031-8290186, 8280433
031-8380932

Selaraskan Penilaian Kondisi Kerusakan Jalan, DPU Bina Marga Gelar Survey Kondisi Jalan di Ruas Mastrip

DPU Bina Marga Provinsi Jawa TimurBeritaBerita DPU Bina MargaSelaraskan Penilaian Kondisi Kerusakan Jalan, DPU Bina Marga Gelar Survey Kondisi Jalan di Ruas Mastrip

Selaraskan Penilaian Kondisi Kerusakan Jalan, DPU Bina Marga Gelar Survey Kondisi Jalan di Ruas Mastrip

  • Comments: 0
  • Posted by: Author Bina Marga Jatim

Penulis: Arditya
Editor: Dedi Suntoro
Pejabat : Aini, Aria dan Risky

SURABAYA (19 Juni 2024) – Dalam rangka menyelaraskan metode penilaian kondisi kerusakan jalan, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur menggelar survey kondisi jalan di sepanjang ruas jalan provinsi di Mastrip Surabaya pada hari kedua Bimtek, Kamis (13/6). Acara ini dilaksanakan setelah teori dan pengenalan Provincial/Kabupaten Road Management System (PKRMS) di hari pertama.

Kepala Seksi Pengaturan Jalan dan Jembatan Bidang Pengaturan dan Pengendalian DPU Bina Marga Jatim, Hani Sagita, S.T., M.T., menjelaskan bahwa tujuan survey kondisi jalan ini adalah untuk menyegarkan pengetahuan tentang kondisi jalan serta memastikan keseragaman dalam cara menilai kondisi jalan.

“Penilaian kondisi kerusakan jalan ini penting untuk mendapatkan prosentase kemantapan di ruas tersebut sebagai dasar rencana penaganan jalan. Harapannya, tidak ada perbedaan pemahaman yang signifikan terhadap data yang diambil oleh setiap UPT PJJ di Jawa Timur,” ujarnya.

Adapun pada giat Survey Kondisi Jalan tersebut. peserta bimbingan dibagi menjadi 5 kelompok yang tersebar di 5 titik berbeda sepanjang ruas jalan Mastrip. Masing-masing kelompok bertugas melakukan survey untuk mengevaluasi kondisi jalan sepanjang 1 kilometer dari titik yang telah ditentukan.

Para peserta bimtek memberikan apresiasi terhadap kegiatan Bimtek ini. Salah satunya Dito, dari UPT PJJ Surabaya. Menurutnya, dengan melakukan survey kondisi jalan ini, dirinya dapat mengidentifikasi jenis kerusakan seperti alur, agregat lepas, dan lubang.

“Ini membantu kami untuk lebih memahami kondisi lapangan secara mendalam,” katanya.

Perwakilan peserta lainnya, Duta mengungkapkan rasa optimisinya bahwa bimbingan teknis ini akan meminimalkan perbedaan data antara lapangan dan hasil verifikasi di Dinas.

“Kami berharap dengan bimtek ini, kedepannya akan ada peningkatan dalam keseragaman penilaian kondisi jalan di semua unit kerja,” katanya.  (BM News)

Leave a Reply